Pengaruh Cahaya Matahari terhadap
Tumbuhan Kacang Hijau

D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
Nama: Miftah
Andini
Kelas:
IX.6
SMP Negeri 1 Palembang
Tahun Pelajaran 2018/2019
Laporan Praktikum Biologi: Pengaruh
Cahaya Matahari terhadap Tumbuhan Kacang Hijau
A.
Pendahuluan
1. Latar Belakang
Allah
Swt. menciptakan berbagai jenis makhluk hidup di muka bumi, salah satunya
adalah tumbuhan. Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana
makhluk hidup lainnya. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan
dan perkembangan. Pertumbuhan pada tanaman adalah makin besarnya suatu tanaman
yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah
besar.
Selain pertumbuhan, tanaman juga
mengalami perkembangan. Perkembangan adalah peristiwa dimana tumbuhan
mengalami perubahan bentuk tubuh. Setiap pertumbuhan dan perkembangannya
tumbuhan juga membutuhkan cahaya matahari, karena cahaya matahari merupakan
sumber energi, cahaya matahari juga sangat menentukan proses fotosintesis (Tim
Alfa Cendekia, 2014:110). Selain itu, cahaya matahari juga
memiliki efek terhadap pertumbuhan dan perkembangan, yaitu untuk menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini dapat
menyebabkan tumbuhan yang diterpa cahaya matahari akan lebih pendek daripada
tumbuhan yang tumbuh di tempat
gelap.
Berkaitan dengan hal tersebut, perlu
diadakan pengamatan. Pengamatan dilakukan pada tumbuhan kacang hijau di dua
tempat yang berbeda yaitu di tempat gelap dan di tempat yang terkena
cahaya matahari.
2.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian tersebut, rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh cahaya matahari terhadap
tumbuhan kacang hijau.
3.
Tujuan
Tujuan penelitian ini, untuk
mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap tumbuhan kacang hijau.
B. Landasan Teori/Kajian Pustaka
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan
dua proses hidup yang selalu terjadi pada makhluk hidup. Pertumbuhan memiliki
dua macam fase, salah satunya adalah fase perkecambahan. Perkecambahan biasanya
dilakukan pada tumbuhan kacang hijau atau kacang tanah. Namun, yang sering
dilakukan untuk uji coba salah satunya kacang hijau. Kacang hijau digunakan untuk penelitian ini
karena mudah tumbuh dan tidak membutuhkan waktu yang lama.
1. Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat balik) karena adanya pembesaran
sel dan pertambahan jumlah sel atau pembelahan sel (pembelahan mitosis)
atau keduanya. Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dinyatakan secara kuantitatif
karena pertumbuhan dapat diketahui dengan mengukur besar dan tinggi batang,
menimbang massa sel baik berupa berat kering maupun berat basahnya, menghitung
jumlah daun, jumlah bunga, maupun jumlah buahnya
(Siti Nur Rochmah, 2009:2).
Adapun
ciri-ciri pertumbuhan antara lain sebagai berikut.
a. Terjadi perubahan fisik dan perubahan ukuran.
b. Terjadi peningkatan jumlah sel.
c. Terdapat penambahan kuantitatif individu.
d. Dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat.
a. Terjadi perubahan fisik dan perubahan ukuran.
b. Terjadi peningkatan jumlah sel.
c. Terdapat penambahan kuantitatif individu.
d. Dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat.
e. Dipengaruhi oleh faktor internal dan
faktor eksternal.
2. Perkembangan
Perkembangan ialah proses menuju tahap
dewasa. Dengan kata lain berkembang ialah penyempurnaan atau perubahan struktur
dan fungsi organ yang menyertai proses pertumbuhan. Misalnya berkembangnya fungsi
alat kelamin pada tumbuhan (http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan-beserta-tahap-dan-faktornya/).
Proses perkembangan dapat dilihat dengan terbentuknya organ-organ
perkembangbiakan seperti munculnya bunga pada tumbuhan yang kemudian di ikuti
oleh buah atau umbi, dll.
3. Perkecambahan
Perkecambahan merupakan proses
pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya
tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses perubahan embrio saat perkecambahan
ialah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, dan radikula tumbuh dan
berkembang menjadi akar.
Berdasarkan letak kotiledon pada saat
berkecambah, dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu hipogeal dan epigeal.
Perkecambahan
hipogeal, terjadi pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula
keluar menembus kulit biji dan muncul di
atas tanah. Kotiledon tetap berada di dalam tanah. Contoh perkecambahan
hipogeal adalah kacang kapri dan jagung.
Perkecambahan
epigeal, hipokotil tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong
ke permukaan tanah. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon berada di atas tanah.
Perkecambahan epigeal terjadi pada kacang tanah dan kacang hijau (sukarman,
2008:83).
Berdasarkan tahapannya,
perkecambahan terdiri dari 4 tahapan :
a.
Imbibisi
Pada tahapan ini, biji menyerap air (imbibisi) dari
lingkungan sekitarnya. Proses penyerapan terjadi karena adanya perbedaan
potensial air antara biji dan lingkungan sekitarnya.
b.
Pembentukan enzim
Enzim yang dihasilkan pada tahapan ini menyebabkan
peningkatan aktivitas metabolik.
c.
Pemanjangan sel radikula
Pemanjangan sel radikula diikuti dengan munculnya
radikula dari kulit biji.
d.
Pertumbuhan kecambah
Kecambah yang dihasilkan dari perkecambahan
selanjutnya mengalami pertumbuhan primer.
4.
Kacang hijau
Kacang hijau merupakan tanaman
kacang-kacangan ketiga yang banya dibudidayakan setelah kedelai dan kacang
tanah. Bila dilihat dari kesesuaian iklim dan kondisi lahan yang dimiliki,
Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki kesempatan untuk melakukan
ekspor kacang hijau (Purwono dan Hartono, 2005:5). Tanaman
kacang hijau ini diduga berasal dari India. Di awal abad ke-17, kacang hijau
mulai menyebar ke berbagai negara Asia tropis termasuk Indonesia. Panen kacang
hijau
dilakukan beberapa kali dan berakhir pada hari ke-80 setelah tanam. Tumbuhan
yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki manfaat dalam
kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi.
5.
Cahaya
Matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi
utama. Sehingga, jumlah cahaya matahari yang masuk menentukan struktur dan
fungsi ekosistem. Dalam setiap ekosistem cahaya matahari merupakan sumber
energi utama untuk berlangsungnya proses fotosintesis tumbuhan yang mengubah
karbondioksida dan air menjadi karbohidrat.
Karbohidrat
merupakan sumber energi bagi makhluk hidup lain, yaitu hewan dan manusia. Jika
tidak ada cahaya matahari, tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga
akan mati. Jika tidak ada tumbuhan yang hidup, hewan dan manusia juga tidak
pernah ada di bumi ini karena tidak terdapat bahan makanan hasil fotosintesis
tumbuhan hijau (sukarman, 2008:13).
6.
Fotosintesis
Suatu proses yang terjadi dalam tumbuhan
berwarna hijau, yakni untuk memproduksi karbohidrat diperlukan tenaga sinar
matahari bersama-sama dengan karbondioksida serta ir dan chlorophyl. Jadi air diperoleh tumbuhan dari tanah dengan
perantaraan akar. Tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri melalui proses
fotosintesis. Jadi tumbuhan hijau adalah pembuat makanan untuk semua kehidupan,
termasuk dia sendiri (Abdul Kahfi Assidiq, 2008:27).
C.
Metode
penelitian
Metode penelitian ini
menggunakan metode penelitian/eksperimen. Penulis melakukan eksperimenn karena
ingin mengetahui pengaruh cahaya
matahari terhadap tumbuhan kacang hijau. Sedangkan alat dan bahan yang
diperlukan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut.
1)
Alat
dan Bahan
a. Alat : botol bekas, penggaris, pensil,
penghapus, sendok bekas.
b. Bahan : kacang hijau (secukupnya), air
(secukupnya), tanah.
2)
Langkah-langkah:
Persiapan
untuk melakukan penelitian ini diperlukan beberapa alat dan bahan. Sebelum
melakukan penelitian perlu dipersiapkan alat dan bahan serta prosedur kerja
penelitian untuk lebih jelasnya, ikuti langkah-langkah berikut.
1. Siapkan
semua alat dan bahan yang akan digunakan seperti, tanah, botol bekas, kacang
hijau dan lain sebagainya.
2. Setelah
alat dan bahan sudah siap, siapkan botol bekas dan sendok bekas lalu masukkan
tanah ke dalam botol bekas tersebut.
3. Kemudian
taburkan beberapa biji kacang hijau.
4. Lalu
siram pot yang telah ditaburkan biji kacang hijau dengan air secukupnya.
5. Tunggu
selama beberapa hari dan jangan lupa untuk melihat perubahan yang terjadi pada tumbuhan kacang hijau.
D.
Hasil
dan Pembahasan
1) Hasil
Dari
hasil pengamatan yang dilakukan pada tumbuhan kacang hijau maka dapat dilihat
pada tabel berikut.
Tabel
Hasil Pengamatan pada Tumbuhan Kacang Hijau
1.
Tanaman
yang terkena cahaya matahari
|
No.
|
Unsur yang
diamati
|
Hari ke-1
|
Hari ke-2
|
Hari ke-3
|
Hari ke-4
|
Hari ke-5
|
Hari ke-6
|
|
1.
|
Tekstur
|
Masih
berbentuk biji-bijian
|
Mulai tumbuh
tunas
|
Mulai tumbuh
batang dan daun
|
Batang dan
daun terus tumbuh dan berkembang
|
Tanaman kacang
hijau lainnya mulai tumbuh dan berkembang
|
Tanaman kacang
hijau lainnya terus tumbuh dan berkembang
|
|
2.
|
Tinggi batang
|
-
|
0,2 cm
|
1,5 cm
|
2,1 cm
|
3,4 cm
|
4,7 cm
|
|
3.
|
Warna daun
|
-
|
-
|
Berwarna hijau
tua
|
Berwarna hijau
tua
|
Berwarna hijau
|
Berwarna hijau
|
|
4.
|
Warna batang
|
-
|
-
|
Berwarna
coklat kemerah-merahhan
|
Berwarna
coklat kemerah-merahhan
|
Berwarna
coklat kemerah merahhan dan sedikit pucat
|
Berwarna
coklat kemerah-merahhan dan sedikit pucat
|
2.
Tanaman
yang tidak terkena cahaya matahari
|
No.
|
Unsur yang
diamati
|
Hari ke-1
|
Hari ke-2
|
Hari ke-3
|
Hari ke-4
|
Hari ke-5
|
Hari ke-6
|
|
1.
|
Tekstur
|
Masih
berbentuk biji-bijian
|
Mulai
tumbuh tunas
|
Mulai
tumbuh batang dan daun
|
Batang
dan daun terus tumbuh dan berkembang
|
Tanaman
lainnya mulai tumbuh dan berkembang
|
Tanaman
lainnya terus tumbuh dan berkembang
|
|
2.
|
Tinggi
batang
|
-
|
0,3
cm
|
3,4
cm
|
5,9
cm
|
7,6
cm
|
10,8
cm
|
|
3.
|
Warna
daun
|
-
|
-
|
Hijau
muda
|
Hijau
muda
|
Hijau
muda
|
Hijau
muda
|
|
4.
|
Warna
batang
|
-
|
Putih
pucat
|
Putih
pucat
|
Putih
pucat
|
Putih
pucat
|
Putih
pucat
|
2)
Pembahasan
Jika
dilihat dari tabel hasil pengamatan pada praktikum ini dapat dihasilkan yaitu:
a. Tanaman
yang berada di tempat terang
Berdasarkan hasil pengamatan yang dapat
dilihat pada Tabel Hasil Pengamatan pada Tumbuhan Kacang Hijau bahwa
pertumbuhan dan perkembangannya berbeda yaitu tumbuhannya lebih pendek dari
pada tumbuhan yang di tempat gelap dan juga daunnya yang berwarna lebih hijau.
pada hari pertama, tanaman kacang hijau
belum mengalami perubahan. Kemudian pada hari kedua, tanaman kacang hijau mulai
mengalami pertumbuhan dan perkembangan yaitu mulai tumbuhnya tunas. Pada hari
ketiga, tanaman kacang hijau telah tumbuh daun. Pada hari keempat, tanaman
kacang hijau batangnya mulai tumbuh tinggi. Pada hari kelima, tanaman kacang
hijau terus tumbuh dan berkembang. Pada hari keenam, tanaman kacang hijau
lainnya mulai tumbuh daun dan batang.
b. Tanaman
yang tidak terkena cahaya matahari
Berdasarkan hasil pengamatan yang dapat
dilihat pada Tabel Hasil Pengamatan pada Tumbuhan Kacang Hijau bahwa
pertumbuhan dan perkembangannya berbeda yaitu tanamannya lebih tinggi tetapi
warna daunnya hijau muda. Pada hari pertama, tanaman kacang hijau belum
mengalami perubahan. Pada hari kedua, tanaman kacang hijau sudah mengalami
pertumbuhan dan perkembangan yaitu tumbuhnya tunas. Kemudian pada hari ketiga,
tanaman kacang hijau ini mulai tumbuh batang dan daun. Pada hari keempat,
tanaman kacang hijau terus tumbuh dan berkembang. Pada hari kelima, tanaman
kacang hijau mulai merambat keluar. Pada hari keenam, tanaman kacang hijau
lainnya mulai ikut tumbuh dan berkembang.
E.
Simpulan
Pada bagian simpulan ini,
dipaparkan hasil percobaan secara ringkas untuk menjawab pertanyaan dalam
rumusan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan membutuhkan cahaya matahari. Namun,
banyak sedikitnya cahaya matahari yang dibutuhkan pada setiap tumbuhan itu
berbeda-beda. Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkembangan
tanaman kacang hijau, tanaman kacang hijau yang diletakan di tempat gelap dan
terang memiliki perbedaan. Tanaman kacang hijau yang terkena cahaya matahari
pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang
tegak, dan kokoh/mengikuti arah cahaya matahari. Sedangkan, tanaman kacang
hijau yang tidak terkena cahaya matahari pertumbuhannya lebih cepat tinggi
(etiolasi), daunnya tipis, berwarna pucat, dan batang melengkung tidak kokoh.
Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormon auksin dalam
pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.
Daftar Pustaka
Assidiq, Abdul Kahfi dan Bisri M. Djaelani. 2008. Buku Pintar Pengetahuan Alam.
Jakarta:
CV. Karya Mandiri Nusantara.
Nur Rochmah, Siti, dkk. 2009. Biologi: SMA dan MA Kelas XII. Jakarta:
Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
Sukarman. 2008. Ensiklopedia
IPA. Jakarta Selatan: CV. Ricardo.
Cendekia, Tim Alfa. 2014. Saat-saat jelang pra ujian nasional 2014/2015. Bandung: PT.
Srikandi Empat Widya Utama.
Sumber
Internet
(http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan-beserta-tahap-dan-faktornya/)/
diunduh 29 Maret 2017