Sabtu, 06 April 2019


Pengaruh Cahaya Matahari terhadap Tumbuhan Kacang Hijau


D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
        Nama: Miftah Andini
        Kelas: IX.6
      

SMP Negeri 1 Palembang
Tahun Pelajaran 2018/2019

Laporan Praktikum Biologi: Pengaruh Cahaya Matahari terhadap Tumbuhan Kacang Hijau

A.    Pendahuluan

1.      Latar Belakang
       Allah Swt. menciptakan berbagai jenis makhluk hidup di muka bumi, salah satunya adalah tumbuhan. Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan pada tanaman adalah makin besarnya suatu tanaman yang disebabkan oleh  jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah besar.
       Selain pertumbuhan, tanaman juga mengalami  perkembangan. Perkembangan adalah peristiwa dimana tumbuhan mengalami perubahan bentuk tubuh. Setiap pertumbuhan dan perkembangannya tumbuhan juga membutuhkan cahaya matahari, karena cahaya matahari merupakan sumber energi, cahaya matahari juga sangat menentukan proses fotosintesis (Tim Alfa Cendekia, 2014:110). Selain itu, cahaya matahari juga memiliki efek terhadap pertumbuhan dan perkembangan, yaitu untuk menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini dapat menyebabkan tumbuhan yang diterpa cahaya matahari akan lebih pendek daripada tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap.
       Berkaitan dengan hal tersebut, perlu diadakan pengamatan. Pengamatan dilakukan pada tumbuhan kacang hijau di dua tempat  yang berbeda yaitu di tempat gelap dan di tempat yang terkena cahaya matahari.
2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh cahaya matahari terhadap tumbuhan kacang hijau.

3.      Tujuan
Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap tumbuhan kacang hijau.

B.     Landasan Teori/Kajian Pustaka
       Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada makhluk hidup. Pertumbuhan memiliki dua macam fase, salah satunya adalah fase perkecambahan. Perkecambahan biasanya dilakukan pada tumbuhan kacang hijau atau kacang tanah. Namun, yang sering dilakukan untuk uji coba salah satunya kacang hijau.  Kacang hijau digunakan untuk penelitian ini karena mudah tumbuh dan tidak membutuhkan waktu yang lama.
1.      Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat balik) karena adanya pembesaran sel dan pertambahan  jumlah sel atau pembelahan sel (pembelahan mitosis) atau keduanya. Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dinyatakan secara kuantitatif karena pertumbuhan dapat diketahui dengan mengukur besar dan tinggi batang, menimbang massa sel baik berupa berat kering maupun berat basahnya, menghitung jumlah daun, jumlah bunga, maupun  jumlah buahnya
(Siti Nur Rochmah, 2009:2).
Adapun ciri-ciri pertumbuhan antara lain sebagai berikut.
a. Terjadi perubahan fisik dan perubahan ukuran.
b. Terjadi peningkatan jumlah sel.
c. Terdapat penambahan kuantitatif individu.
d. Dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat.                          
e. Dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
2.      Perkembangan
       Perkembangan ialah proses menuju tahap dewasa. Dengan kata lain berkembang ialah penyempurnaan atau perubahan struktur dan fungsi organ yang menyertai proses pertumbuhan. Misalnya berkembangnya fungsi alat kelamin pada tumbuhan (http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-tumbuhan-beserta-tahap-dan-faktornya/). Proses perkembangan dapat dilihat dengan terbentuknya organ-organ perkembangbiakan seperti munculnya bunga pada tumbuhan yang kemudian di ikuti oleh buah atau umbi, dll.
3.      Perkecambahan
       Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses perubahan embrio saat perkecambahan ialah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar.       
       Berdasarkan letak kotiledon pada saat berkecambah, dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu hipogeal dan epigeal.
Perkecambahan hipogeal, terjadi pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di  atas tanah. Kotiledon tetap berada di dalam tanah. Contoh perkecambahan hipogeal adalah kacang kapri dan jagung.
Perkecambahan epigeal, hipokotil tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon berada di atas tanah. Perkecambahan epigeal terjadi pada kacang tanah dan kacang hijau (sukarman, 2008:83).

Berdasarkan tahapannya, perkecambahan terdiri dari 4 tahapan :
a.       Imbibisi
Pada tahapan ini, biji menyerap air (imbibisi) dari lingkungan sekitarnya. Proses penyerapan terjadi karena adanya perbedaan potensial air antara biji dan lingkungan sekitarnya.
b.      Pembentukan enzim
Enzim yang dihasilkan pada tahapan ini menyebabkan peningkatan aktivitas metabolik.
c.       Pemanjangan sel radikula
Pemanjangan sel radikula diikuti dengan munculnya radikula dari kulit biji.
d.      Pertumbuhan kecambah
Kecambah yang dihasilkan dari perkecambahan selanjutnya mengalami pertumbuhan primer.
4.      Kacang hijau
       Kacang hijau merupakan tanaman kacang-kacangan ketiga yang banya dibudidayakan setelah kedelai dan kacang tanah. Bila dilihat dari kesesuaian iklim dan kondisi lahan yang dimiliki, Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki kesempatan untuk melakukan ekspor kacang hijau (Purwono dan Hartono, 2005:5). Tanaman kacang hijau ini diduga berasal dari India. Di awal abad ke-17, kacang hijau mulai menyebar ke berbagai negara Asia tropis termasuk Indonesia. Panen kacang
hijau dilakukan beberapa kali dan berakhir pada hari ke-80 setelah tanam. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi.



5.      Cahaya Matahari
       Cahaya matahari merupakan sumber energi utama. Sehingga, jumlah cahaya matahari yang masuk menentukan struktur dan fungsi ekosistem. Dalam setiap ekosistem cahaya matahari merupakan sumber energi utama untuk berlangsungnya proses fotosintesis tumbuhan yang mengubah karbondioksida dan air menjadi karbohidrat.
Karbohidrat merupakan sumber energi bagi makhluk hidup lain, yaitu hewan dan manusia. Jika tidak ada cahaya matahari, tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga akan mati. Jika tidak ada tumbuhan yang hidup, hewan dan manusia juga tidak pernah ada di bumi ini karena tidak terdapat bahan makanan hasil fotosintesis tumbuhan hijau (sukarman, 2008:13).
6.      Fotosintesis
       Suatu proses yang terjadi dalam tumbuhan berwarna hijau, yakni untuk memproduksi karbohidrat diperlukan tenaga sinar matahari bersama-sama dengan karbondioksida serta ir dan chlorophyl. Jadi air diperoleh tumbuhan dari tanah dengan perantaraan akar. Tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Jadi tumbuhan hijau adalah pembuat makanan untuk semua kehidupan, termasuk dia sendiri (Abdul Kahfi Assidiq, 2008:27).
C.    Metode penelitian
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian/eksperimen. Penulis melakukan eksperimenn karena ingin  mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap tumbuhan kacang hijau. Sedangkan alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut.
1)      Alat dan Bahan
a.       Alat     : botol bekas, penggaris, pensil, penghapus, sendok bekas.
b.      Bahan  : kacang hijau (secukupnya), air (secukupnya), tanah.
2)      Langkah-langkah:
Persiapan untuk melakukan penelitian ini diperlukan beberapa alat dan bahan. Sebelum melakukan penelitian perlu dipersiapkan alat dan bahan serta prosedur kerja penelitian untuk lebih jelasnya, ikuti langkah-langkah berikut.
1.      Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan seperti, tanah, botol bekas, kacang hijau dan lain sebagainya.
2.      Setelah alat dan bahan sudah siap, siapkan botol bekas dan sendok bekas lalu masukkan tanah ke dalam botol bekas tersebut.
3.      Kemudian taburkan beberapa biji kacang hijau.
4.      Lalu siram pot yang telah ditaburkan biji kacang hijau dengan air secukupnya.
5.      Tunggu selama beberapa hari dan jangan lupa untuk melihat perubahan yang terjadi  pada tumbuhan kacang hijau.
D.    Hasil dan Pembahasan
1)      Hasil
Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada tumbuhan kacang hijau maka dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel Hasil Pengamatan pada Tumbuhan Kacang Hijau
1.      Tanaman yang terkena cahaya matahari
No.
Unsur yang  diamati
Hari ke-1
Hari ke-2
Hari ke-3
Hari ke-4
Hari ke-5
Hari ke-6
1.
Tekstur
Masih berbentuk biji-bijian
Mulai tumbuh tunas
Mulai tumbuh batang dan daun
Batang dan daun terus tumbuh dan berkembang
Tanaman kacang hijau lainnya mulai tumbuh dan berkembang
Tanaman kacang hijau lainnya terus tumbuh dan berkembang
2.
Tinggi batang
-
0,2 cm
1,5 cm
2,1 cm
3,4 cm
4,7 cm
3.
Warna daun
-
-
Berwarna hijau tua
Berwarna hijau tua
Berwarna hijau
Berwarna hijau
4.
Warna batang
-
-
Berwarna coklat kemerah-merahhan
Berwarna coklat kemerah-merahhan
Berwarna coklat kemerah merahhan dan sedikit pucat
Berwarna coklat kemerah-merahhan dan sedikit pucat

2.      Tanaman yang tidak terkena cahaya matahari

No.
Unsur yang diamati
Hari ke-1
Hari ke-2

Hari ke-3
Hari ke-4
Hari ke-5
Hari ke-6
1.
Tekstur
Masih berbentuk biji-bijian
Mulai tumbuh tunas
Mulai tumbuh batang dan daun
Batang dan daun terus tumbuh dan berkembang
Tanaman lainnya mulai tumbuh dan berkembang
Tanaman lainnya terus tumbuh dan berkembang
2.
Tinggi batang
-
0,3 cm
3,4 cm
5,9 cm
7,6 cm
10,8 cm
3.
Warna daun
-
-
Hijau muda
Hijau muda
Hijau muda
Hijau muda
4.
Warna batang
-
Putih pucat
Putih pucat
Putih pucat
Putih pucat
Putih pucat

2)      Pembahasan
Jika dilihat dari tabel hasil pengamatan pada praktikum ini dapat dihasilkan yaitu:
a.       Tanaman yang berada di tempat terang
       Berdasarkan hasil pengamatan yang dapat dilihat pada Tabel Hasil Pengamatan pada Tumbuhan Kacang Hijau bahwa pertumbuhan dan perkembangannya berbeda yaitu tumbuhannya lebih pendek dari pada tumbuhan yang di tempat gelap dan juga daunnya yang berwarna lebih hijau. pada  hari pertama, tanaman kacang hijau belum mengalami perubahan. Kemudian pada hari kedua, tanaman kacang hijau mulai mengalami pertumbuhan dan perkembangan yaitu mulai tumbuhnya tunas. Pada hari ketiga, tanaman kacang hijau telah tumbuh daun. Pada hari keempat, tanaman kacang hijau batangnya mulai tumbuh tinggi. Pada hari kelima, tanaman kacang hijau terus tumbuh dan berkembang. Pada hari keenam, tanaman kacang hijau lainnya mulai tumbuh daun dan batang.
b.      Tanaman yang tidak terkena cahaya matahari
       Berdasarkan hasil pengamatan yang dapat dilihat pada Tabel Hasil Pengamatan pada Tumbuhan Kacang Hijau bahwa pertumbuhan dan perkembangannya berbeda yaitu tanamannya lebih tinggi tetapi warna daunnya hijau muda. Pada hari pertama, tanaman kacang hijau belum mengalami perubahan. Pada hari kedua, tanaman kacang hijau sudah mengalami pertumbuhan dan perkembangan yaitu tumbuhnya tunas. Kemudian pada hari ketiga, tanaman kacang hijau ini mulai tumbuh batang dan daun. Pada hari keempat, tanaman kacang hijau terus tumbuh dan berkembang. Pada hari kelima, tanaman kacang hijau mulai merambat keluar. Pada hari keenam, tanaman kacang hijau lainnya mulai ikut tumbuh dan berkembang.
E.     Simpulan
Pada bagian simpulan ini, dipaparkan hasil percobaan secara ringkas untuk menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya.
      Berdasarkan hasil percobaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses pertumbuhan dan perkembangan  tumbuhan membutuhkan cahaya matahari. Namun, banyak sedikitnya cahaya matahari yang dibutuhkan pada setiap tumbuhan itu berbeda-beda. Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau, tanaman kacang hijau yang diletakan di tempat gelap dan terang memiliki perbedaan. Tanaman kacang hijau yang terkena cahaya matahari pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, dan kokoh/mengikuti arah cahaya matahari. Sedangkan, tanaman kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi), daunnya tipis, berwarna pucat, dan batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormon auksin dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.




                                                                                                                                   


















Daftar Pustaka
Assidiq, Abdul Kahfi dan Bisri M. Djaelani. 2008. Buku Pintar Pengetahuan Alam. Jakarta:                               
              CV. Karya Mandiri Nusantara.
Nur Rochmah, Siti, dkk. 2009. Biologi: SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan,        
              Departemen Pendidikan Nasional.                        
Sukarman. 2008. Ensiklopedia IPA. Jakarta Selatan: CV. Ricardo.
Cendekia, Tim Alfa. 2014. Saat-saat jelang pra ujian nasional 2014/2015. Bandung: PT.   
              Srikandi Empat Widya Utama.

         Sumber Internet